<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6895565967672637627</id><updated>2011-04-21T12:07:28.637-07:00</updated><title type='text'>ahsanal huda</title><subtitle type='html'>hanya satu kata..." perubahan "..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ahsanal huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07307610314291941572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QqDeRm7HLxQ/R-sQnHdVHBI/AAAAAAAAAAM/8HL-sq_SMO0/S220/uda+sayang.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6895565967672637627.post-4157584185748709643</id><published>2008-03-26T20:34:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T20:35:33.443-07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK NABI DALAM MENGOBATI DEMAM</title><content type='html'>&lt;div class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Artikel: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Temuat didalam Ash-Shahain, dari nafi’, dari ‘Umar, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata:”&lt;em&gt;Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air&lt;/em&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kami akan menjelaskan -&lt;em&gt;dengan daya dan kekuatan Allah&lt;/em&gt;- segi dan maknanya. Maka kami katakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span id="more-307"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Seruan Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; ada dua macam: yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya. Dan yang kedua seperti ucapan beliau:”&lt;em&gt;Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke barat&lt;/em&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yang  lain. Juga ucapan baliau: “&lt;em&gt;Apa yang ada diantara  timur dan barat adalah kiblat&lt;/em&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui –ruh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darah– ke seluruh tubuh; sehingga nyala ia di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Demam terbagi menjadi dua bagian: demam aksidental yang terjadi karena &lt;em&gt;humor&lt;/em&gt;, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu; dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecuali  pada meteri yang pertama, kemudian darinya panaslah seluruh  tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam –sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan &lt;em&gt;humor&lt;/em&gt; [&lt;/span&gt;Humor = salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang. Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (&lt;em&gt;phlegma&lt;/em&gt;), ciran empedu dan &lt;em&gt;melancholy&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;black bile&lt;/em&gt;) &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;peny&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;], maka ia dinamakan demam &lt;em&gt;putrescent&lt;/em&gt; (keadaan yang sangat tidak enak), yang terbagi menjadi empat macam: &lt;em&gt;bilious&lt;/em&gt; (kuning (penyakit hati atau empedu) penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu), &lt;em&gt;melanchoniac&lt;/em&gt; (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (&lt;em&gt;delusi&lt;/em&gt;) yang jelas), &lt;em&gt;phlegmi&lt;/em&gt; (lendir(cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas) dan &lt;em&gt;sanguinary&lt;/em&gt; (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Apabila asalnya berhubungann dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam &lt;em&gt;hectic&lt;/em&gt; (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Demam kadang besar gunanya bagi badan melebihi pengobatan, seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam, dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan kebanyakan jenis penyakit mata yang baru dan yang lama, di samping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhn muka, kekejangan yang penuh dan banyak penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Beberapa orang dokter yang berjasa menceritakan kepadaku bahwa banyak penyakit yang kita akan beruntung karena demamnya, sebagai mana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan; sebab demam akan lebih bermanfaat baginya dari pada minum obat. Demam mematahkan &lt;em&gt;humor&lt;/em&gt; dan materi yang rusak yang membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demampun akan menyebabkan kesembuhan. Mungkin hadits di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangann.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Mungkin pula hadits di atas meliputi semua jenis demam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Galileo, dokter yang termashur, mengakui bahwa air dingin bermanfaat bagi demam. Dia menyatakan di dalam artikel yang kesepuluh dari kitabnya &lt;em&gt;The access to healing:&lt;/em&gt;”Jika seorang lelaki muda yang baikingatan dan sehat, tidak menderita tumor pada sisi perutnya, mandi dengan air dingin pada waktu kepanasan, demam yang sangat atau berenang di dalamnya, akan bermannfaat baginya”. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dan katanya:”Dan kami memerintahkan yang demikian itu dengan tanpa ragu-ragu”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Berkat Ar-Razi di dalam kitabnya yang besar:”Apabila tenaga kuat, demam tajam sekali dan kematangan nyata tanpa tumor di dalam perut dan tanpa burut, maka meminum air dingin akan memberi manfaat. Dan jika seseorang yang sakit itu gemuk, periodenya panas dan dia terbiasa menggunakan air dingin dari luar, maka yang demikian dibolehkan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Ucapan beliau “demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam” barati sangat tajam dan kuat. Ini sama dengan ucapan beliau “Panas yang sangat itu sebagian dari aroma neraka jahannam”. Ini mengandung dua aspek:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Merupakan contoh yang diambil dari neraka untuk menunjuki hamba-hamba Allah sehingga mereka mau belajar darinya. Kemudian Allah telah menentukan kejadiannya karena sebab-sebab yang menuntutnya. Sebaagaimana pula bahw ruh, kegembiraan kesengan dan kenikmatan adlah sebagaian dari kenikmaran surga. Allah memunculkan di bumi ini sebagai suatu pelajaran dan petunjuk, dan dia telah menentukan pula kejadiannya dengan sebab-sebab yang menuntutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Yang dimaksud hadits itu mungkin &lt;em&gt;tasybih&lt;/em&gt; (perbandingan). Beliau juga membandingkan demam yang sangat dan akut dengan aroma neraka sebagai peringatan bagi jiwa dan sangat pedihnya azab neraka. Bahwa panas yang besar ini diserupakan dengan aromanya, yang akan menimpa siapa yang akan berdekatan dengannya karena panasnya yang sangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Al-Hamassi mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Jika api cinta menyala di hatiku; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Aku dekati kantong air untuk mendinginkannya;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Jika air dapat mendinginkan bagian luar;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya? &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ucapan beliau “dengan air”; di dalamnya ada dua pendapat. Petama, bahwa ia adalah semua air; dan itulah yang benar. Kedua, bahwa ia adalah air zam-zam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu ‘Imran Adh-Dhuba’i: dia berkata: ketika aku duduk bersama ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia mengatakan:”Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; pernah mengatakan:’Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air’;atau beliau mengatakan:’dengan air zam-zam”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perawi hadits ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air zam-zam karena zam-zam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka.  Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; adalah air pada umumnya, berbeda pendapat: Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya. Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadits dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Abu Nu’aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfu’kan kepada Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;: “Apabila salah seorang diantara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahur”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Termuat didalam sunan ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfu’kan kepada Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;:”Demam adalah bagian dari hembusan neraka jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dingin”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Termuat di dalam Al-Musnad dan yang lainnya, Dari Hadits Al-Hasan, dan dari Samurah yang dimarfu’kan kepada Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;:”Demam adalah potongan dari neraka maka dinginkanlah ia dengan air dingin”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adalah Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau lalu beliau mandi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Termuat di dalam as-Sunan, dari Hadits Abu Hurairah, dia berkata: “Penyakit demam disebutkan di samping rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;: “Janganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagai mana api menghilangkan karat besi”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Oleh karena demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat -yang padanya terdapat bantuan pemurnian bagi badan, penghilangann kotoran dan sisa-sisanya, pembersihan dari materi-materi yang tidak bermutu; demam berlaku  pada badan seperti api berlaku pada badan seperti api berlaku pada besi dalam menghilangkan karatnya dan membersihkan esensinya, yang sangat serupa dengan api ububan yang membersihkan esensi besi. Fakta inilah yang dimaklumi oleh dokter-dokter badan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan – kandungnnya yang tidak bermutu; adalah merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati, sebagai mana diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka, Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;. Akan tetapi apabila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Demam bermanfaat bagi badan dan hati. Adalah tindak kezaliman dan permusuhan yang mencela penyakit  seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Pada suatu kali ketika aku menderita suatu demam, aku ingat ucapan sebagian penyair yang mencelanya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Penghapus dosa mengunjungiku dan mengucapkan selamat tinggal;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Celakalah si pengunjung dan si pengucapnya;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Ia mengatakan ketika hendak pergi;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Apa maumu? Ku jawab: Jangan kembali lagi!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Aku katakan: Celakalah dia karena mencela apa yang dilarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mencelanya. Seandainya dia mengatakan:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Penghapus dosa mengunjungi pujaannya;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Selamat datang bagi pengunjung dan pengembara;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Ia mengatakan ketika hendak pergi;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Apa maumu ? &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Aku jawab: Janganlah pergi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Akan lebih baik lagi jika ia mengatakan: Dan aku benar-benar menjauh darinya. Maka ia pun demam, segera menjauh dariku.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Telah diriwayatkan dalam satu atsar, yang tidak aku ketahui hal ihwalnya:”Demam sehari adalah kaffarah setahun”. Dalam hal ini ada dua pendapat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;/em&gt; “Barang siapa  yang meminum khamr, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”. Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, Uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Wallahua’lam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berkata Abu Hurairah: “Tidak ada satu penyakitpun yang menimpaku, yang lebih aku sukai , selain demam; karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;At-Tarmidzi meriwayatkan di dalam Al-jami’nya, dari hadits ibnu Rafi’ ibnu Khadij, yang dimarfu’kan kepada Nabi: “Apabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir. Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan: “&lt;em&gt;Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hambamu dan teguhkanlah rasulmu. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Dan jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali. Sebab kesembuhannya tidak akan tujuh hari, atas izin Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Aku katakan: Perbuatannya ini akan bermanfaat bagi dirinya, pada musim panas di musim-musim yang panas, xsesuai dengan syarat-syarat terdahulu. Sebab air pada waktu itu dalam keadaannya yang paling dingin karena jauhnya dari sentuhan sinar matahari  dan kekuatan cukup banyak pada waktu itu karena, sebagaimana pula tidur, ketenangan dan dinginnya udarapun bermanfaat baginya. Maka terkumpullah tenaga dari kekuatan-kekuatan dan tenaga obat-obatan – yakni ait yang dingin – dalam menghadapi panas dari demam aksidental atau demam tertian, yang tanpa tumor atau gejala-gejala yang membahayakan atau materi-materi  yang rusak, sehingga yang demikian pun akan menyembuhkannya atas izin Allah, terutama pada salah satu  hari yang disebutkan di dalam hadits; yaitu pada hari-hari yang di dalamnya kebanyakan penyakit yang akut terjadi, terutama di negeri-negeri yang telah disebutkan itu karena sensitivitas humor penduduknya dan kecepatn mereka terpengaruh obat-obatan yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dinukil dari Kitab Thibbun Nabawi (Ibnul Qayyim), terj. Metode Pengobatan Nabi, Griya Ilmu, pent. Al-Ustadz Abu Umar Basyir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6895565967672637627-4157584185748709643?l=petunjukyangbaik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/feeds/4157584185748709643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6895565967672637627&amp;postID=4157584185748709643&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default/4157584185748709643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default/4157584185748709643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/2008/03/petunjuk-nabi-dalam-mengobati-demam.html' title='PETUNJUK NABI DALAM MENGOBATI DEMAM'/><author><name>ahsanal huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07307610314291941572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QqDeRm7HLxQ/R-sQnHdVHBI/AAAAAAAAAAM/8HL-sq_SMO0/S220/uda+sayang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6895565967672637627.post-8378221082971888266</id><published>2008-03-26T19:53:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T19:55:42.757-07:00</updated><title type='text'>Flu Burung dan Budaya Berternak di Lampung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ahsanal Huda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Master Trainer&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; TPFB Muhammadiyah Lampung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada Agustus 2003, pertama kali dijumpai kasus penyakit flu burung (&lt;i&gt;avian influenza&lt;/i&gt;--AI) pada unggas di Indonesia. Kemudian virus ini berkembang secara cepat sehingga Departemen Pertanian mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 96/Kpts/PD. 620/2/2004 tanggal 4 Februari 2004 yang menetapkan bahwa penyakit flu burung (FB) pada unggas telah mewabah di delapan provinsi, termasuk Lampung, masuk sebagai zona merah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sedangkan untuk kasus penyakit FB pertama sekali dijumpai menular ke manusia terjadi pada 15 Juli 2005, menewaskan Iwan dengan dua putrinya. Korban FB pada manusia terus berjatuhan sehingga Menteri Kesehatan mengeluarkan Surat Keputusan pada 19 September 2005 Nomor 1372/Menkes/ SK/IX/2005, yang memutuskan penyakit FB di Indonesia dinyatakan sebagai KLB (kejadian luar biasa) secara nasional. Sedangkan FB pada unggas, statusnya adalah wabah bahkan menjadi pandemi. Tercatat sekitar 115 orang yang telah meninggal terkena virus FB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sayangnya, wabah FB ini dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi tidak pernah diberikan pengobatan, yang dikerjakan hanya pencegahan. Untuk pencegahan malahan hanya diadakan tindakan eutanasia dan &lt;i&gt;stamping out&lt;/i&gt;. Hal inilah yang mendasari penulis, sebagai koordinator dan relawan Tim Penanggulangan Flu Burung (TPFB) dari Muhammadiyah yang bekerja sama USAID dan CIBAIC untuk Lampung menghadapi problematis dan paradoksnya gerakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di satu sisi menyadarkan relawan untuk setiap desa di dua kabupaten (Lampung Selatan dan Lampung Timur) dengan pembekalan amunisi (pamflet, spanduk, kaus, baju PPE, dll.) yang diberikan untuk setiap relawan. Pada sisi yang lain, kehadiran relawan desa itu sering hanya menjadi corong pengeras suara untuk makin menakut-nakuti masyarakat akan bahaya penyakit FB tanpa solusi pengobatan setelah terjangkit positif FB (selain hanya pemusnahan massal). Bahkan untuk vonis positif AI pun, masih harus diperpanjang dengan runtutan birokratis yang berliku. Semua ini membuat kepanikan, terganggunya ketentraman, dan terutama tersendatnya prosesi intisari dari penyadaran kepada masyarakat akan bahayanya penyakit FB itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bahkan, menurut pengamatan di lapangan sejak 2006, penulis yang sudah bergelut sebagai relawan tim TPFB menunjukkan fakta adanya problem kultural di tengah lingkungan masyarakat kita. Selain apatis terhadap kebersihan, masuk di dalamnya budaya menjual ayam yang sakit, mengonsumsi, dan yang lebih berbahaya ada temuan yang menunjukkan, ada warga yang membuang unggasnya yang mati mendadak ke sungai. Belum lagi ditambah enggannya warga melapor karena ada pemahaman jika melapor peternak akan merugi karena pasti ternaknya akan dimusnahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Penanggulangan Penyakit FB &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Provinsi Lampung mendapatkan pujian sebagai daerah yang cepat tanggap oleh Dr. Erna Tresnaningsih, Sp.O.K., Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Departemen Kesehatan dibanding dengan daerah- daerah lain (&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, 21-12-2007). Tetapi fakta ini tidak berbanding lurus dengan masih maraknya penjualan ayam yang sakit di pasar-pasar tradisional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penanggulangan penyakit FB untuk unggas (hewan), sebagaimana disebut dalam Piagam Kerja Sama 9 Agustus 1972, tentang penanggulangan penyakit yang dikategorikan zoonosis atau penyakit FB adalah kewenangan medis veteriner melalui Departemen Pertanian. Dengan status penyakit FB adalah wabah, menggunakan aspek legal atau payung hukum UU No. 6 Tahun 1967 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penyakit FB di Lampung sudah pada periode persiapan pandemi dan pada fase ketiga atau penularan dari unggas ke manusia. Sampai kini memang belum ada fakta yang menunjukkan virus AI ini dapat menularan antarmanusia. Walaupun begitu karena identitas penyakit ini adalah virus H5N1 yang sudah bermutasi, sangat layak bagi kita untuk tetap waspada, minimal dengan tindakan perventif. Tidak meliarkan ternak unggas, memberikan disinfektan, memberikan vaksin, dan menjaga kebersihan kandang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Intinya melestarikan kultur berternak secara sehat. Dan sebagaimana yang diteriakkan setiap relawan TPFB ketika pelatihan, jangan menyentuh unggas yang sakit secara langsung, jangan mengonsumsi daging unggas yang sakit, jangan membuang unggas yang mati sembarangan, jangan sungkan untuk melapor, dan jangan berternak kalau tidak mampu mengandangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kenapa ini penting? Karena para ilmuwan dunia sudah memprediksi, virus FB ini jika sudah sampai tahapan menyebar antar manusia. Dunia dicekam bencana terhebat mengalahkan Perang Dunia I dan II. Sebab, vaksin yang ada untuk membuatnya perlu waktu selama enam bulan, sedangkan penularan virus ini hanya hitungan jam. Perhitungan mekanis dan matematis, sudah dibuat WHO. Jika sampai virus ini tidak terkendali, kemusnahan populasi manusia tinggal menunggu waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kini virus FB di Indonesia sudah menelan korban 115 orang, masih belum diidentifikasi media penularannya. Langkah yang dilakukan hanyalah proses mengendalikan virus H5N1 ini melalui kandang dan disinfektan. Dalam film &lt;i&gt;Race Against The Killer Flu&lt;/i&gt; tebitan National Geographic, 2005 sangat gamblang dijelaskan cepatnya masa inkubasi, menjelajahi dunia hanya hitungan hari, yang diprediksi para ilmuwan dunia, kemusnahan masal jika virus H5N1 menyerang manusia, tidak mungkin dapat dibendung lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Problem Kultural Berternak Unggas &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di Lampung, kebanyakan ternak unggas bukan menjadi usaha yang serius. Melainkan sekadar sampingan. Hasilnya pun ya sekadar sampingan sehingga unggas yang tidak dikandangkan menjadi fenomena yang biasa di lingkungan kita. Bahkan, kalaupun dikandangkan, biasanya menyatu dengan dapur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Termasuk tradisi masyarakat, umumnya yang tinggal di perdesaan di Lampung, makan daging ayam justru ketika ayam itu sakit. Sebab, ada rasa sayang ketika menyembelih ayam yang sehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Persoalan kultur berternak dengan tidak mengandangkan, yang sudah menjadi tradisi dan dilakukan turun-temurun hingga muncul pemeo, jika ayam diliarkan justru cepat besar. Ini makin membuat rumitnya pemberantasan FB. Maka sangat diperlukan kerja-kerja tim penanggulangan yang bersifat advokatif, memberdayakan, sekaligus juga menyadarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam strategi penanggulangan FB haruslah memenuhi prasyarat pertama, dengan &lt;i&gt;community awareness&lt;/i&gt; (kesadaran masyarakat). Membangkitkan kesadaran masyarakat, yang berarti melawan kultur berternak di tengah masyarakat itu. Terutama memberikan informasi yang benar terkait virus FB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua, &lt;i&gt;community based surveillance&lt;/i&gt; atau dapat juga disebut penelusuran berbasis partisipasi dari masyarakat. Ketiga, meningkatkan &lt;i&gt;biosecurity&lt;/i&gt;. Salah satu program terkait dengan &lt;i&gt;biosecurity&lt;/i&gt; adalah mengandangkan unggas sesuai dengan standar berternak atau sekadar memelihara secara sehat. Dan yang keempat, meningkatkan proteksi hewan, tidak mencampur antara unggas yang baru dibeli dengan unggas yang sudah dipelihara misalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dengan itu semua, diharapkan FB dapat kita kendalikan secara tepat dan benar. Tidak artifisial, seremonial, dan apalagi sekedar beramai mendapatkan liputan media&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6895565967672637627-8378221082971888266?l=petunjukyangbaik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/feeds/8378221082971888266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6895565967672637627&amp;postID=8378221082971888266&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default/8378221082971888266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default/8378221082971888266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/2008/03/flu-burung-dan-budaya-berternak-di.html' title='Flu Burung dan Budaya Berternak di Lampung'/><author><name>ahsanal huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07307610314291941572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QqDeRm7HLxQ/R-sQnHdVHBI/AAAAAAAAAAM/8HL-sq_SMO0/S220/uda+sayang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6895565967672637627.post-2342496591864451695</id><published>2008-03-26T19:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T19:52:53.488-07:00</updated><title type='text'>KESADARAN KRITIS-TRANSFORMATIF DALAM AKTUALISASI GERAKAN PELAJAR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Oleh : Ahsanal Huda, S.P*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;PARADIGMA PENDIDIKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Pemetaan aliran pendidikan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;menurut &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Giroux and Aronowitz (1985) yang mengkatagorikan pendekatan pendidikan menjadi tiga aliran yakni pendekatan konservative, liberal dan kritis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Wingdings;font-size:8;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;q&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Paradigma Konservatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Bagi kaum konservatif, ketidak kesederajatan masyarakat merupakan suatu hukum keharusan alami, suatu hal yang mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau bahkan takdir tuhan. Perubahan sosial bagi mereka bukanlah suatu yang harus diperjuangkan, karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. Dalam bentuknya yang klasik atau awal peradigma konservatif dibangun berdasarkan keyakinan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak bisa merencanakan perubahan atau mempengarhui perubahan sosial, hanya Tuhan lah yang merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yang tahu makna dibalik itu semua. Dengan pandangan seperti itu, kaum konservatif lama tidak menganggap rakyat memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;aradigma koservatif cenderung lebih menyalahkan subyeknya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; mereka yang menderita, yakni orang orang miskin, buta huruf, kaum tertindas dan mereka yang dipenjara, menjadi demikian karena salah mereka sendiri. Karena toh banyak orang lain yang ternyata bisa bekerja keras dan berhasil meraih sesuatu. Banyak orang kesekolah dan belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak dipenjara. Kaum miskin haruslah sabar dan belajar untuk menunggu sampai giliran mereka datang, karena pada akhirnya kelak semua orang akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan. Kaum konservatif sangat melihat pentingnya harmoni dalam masyarakat dan menghindarkan konflik dan kontradiksi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Wingdings;font-size:8;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;q&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Paradigma Liberal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;aum Liberal, berangkat dari keyakinan bahwa memang ada masalah di masyarakat tetapi bagi mereka pendidikan tidak ada kaitannya dengan persoalan politik dan ekonomi masyarakat. Dengan keyakinan seperti itu tugas pendidikan juga tidak ada sangkut pautya dengan persoalan politik dan ekonomi. Sungguhpun demikian, kaum liberal selalu berusaha untuk menyesuaikan pendidikan dengan keadaan ekonomi dan politik di luar dunia pendidikan, d&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;ngan jalan memecahkan berbagai masalah yang ada dalam pendidikan dengan usaha reformasi ‘kosmetik’. Umumnya yang dilakukan adalah seperti: perlunya membangun kelas dan fasilitas baru, memoderenkan peralatan sekolah dengan pengadaan komputer yang lebih canggih dan laboratorium, serta berbagai usaha untuk menyehatkan rasio murid-guru. Selain itu juga berbagai investasi untuk meningkatkan metodologi pengajaran dan pelatihan yang lebih effisien dan partisipatif, seperti kelompok dinamik (group dynamics) ‘learning by doing’, ‘experimental learning’, ataupun bahkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) sebagainya. Usaha peninkatan tersebut terisolasi dengan system dan struktur ketidak adilan kelas dan gender, dominasi budaya dan represi politik yang ada dalam masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Kaum Liberal dan Konservatif sama sama berpendirian bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendidikan adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;a-politik, dan &lt;i&gt;“excellence” &lt;/i&gt;haruslah merupakan target utama pendidikan. Kaum Liberal beranggapan bahwa masalah mayarakat dan pendidikan adalah dua masalah yang berbeda. Mereka tidak melihat kaitan pendidikan dalam struktur kelas dan dominasi politik dan budaya serta diskriminasi gender dimasyarakat luas. Bahkan pendidikan bagi salah satu aliran liberal yakni &lt;i&gt;‘structural functionalisme’&lt;/i&gt; justu dimaksud sebagai sarana untuk menstabilkan norma dan nilai masyarakat. Pendidikan justru dimaskudkan sebagai media untuk mensosialisasikan dan mereproduksi nilai nilai tata susila keyakinan dan nilai nilai dasar agar masyarakat luas berfungsi secara baik. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;___________________&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  &gt;*) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Disampaikan Pada Pelatihan Kader Taruna Melati Tiga di Kota Metro 17-24 Maret 2008 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  &gt;*)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sekertaris Umum PW PM Lampung Periode 2006-2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  &gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Mantan Ketua Umum PW IRM Lampung Periode 2002-2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Akar dari pendidikan ini adalah Liberalisme, yakni suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan, melindungi hak, dan kebebasan (freedoms), serta mengidentifikasi problem dan upaya perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang. Konsep pendidikan dalam tradisi liberal berakar pada cita cita Barat tentang individualisme. Ide politik liberalisme sejarahnya berkait erat dengan bangkitnya kelas menengah yang diuntungkan oleh kapitalisme. Pengaruh liberalisme dalam pendidikan dapat dianalisa dengan melihat komponen komponennya. Komponen pertama, adalah komponen pengaruh filsafat Barat tentang model manusia universal yakni model manusia Amerika dan Europa. Model tipe ideal mereka adalah manusia “rationalis liberal”, seperti: pertama bahwa semua manusia memiliki potensi sama dalam intelektual, kedua baik tatanan alam maupun norma sosial dapat ditangkap oleh akal. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Ketiga &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;adalah “individualis”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yakni adanya angapan bahwa manusia adalah atomistik dan otonom (Bay,1988). Menempatkan individu secara atomistic, membawa pada keyakinan bahwa hubungan sosial sebagai kebetulan, dan masyarakat dianggap tidak stabil karena interest anggotanya yang tidak stabil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Positivisme juga berpengaruh dalam pendidikan liberal. Positivisme sebagai suatu paradigma ilmu sosial yang dominan sewasa ini juga menjadi dasar bagi model pendidikan Liberal. Positivisme pada dasarnya adalah ilmu sosial yang dipinjam dari pandangan, metode dan teknik ilmu alam memahami realitas. Positivisme sebagai suatu aliran filsafat berakar pada tradisi ilmu ilmu sosial yang dikembangkan dengan mengambil cara ilmu alam menguasai benda, yakni dengan kepercayaan adanya universalisme and generalisasi, melalui metode determinasi, ‘fixed law’ atau kumpulan hukum teori (Schoyer, 1973). Positivisme berasumsi bahwa penjelasan tungal dianggap ‘appropriate’ untuk semua fenomena. Oleh karena itu mereka percaya bahwa riset sosial ataupun pendidikan dan pelatihan harus didekati dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;metode ilmiah yakni obyektif dan &lt;/b&gt;bebas nilai. Pengetahuan selalu menganut hukum ilmiah yang bersifat universal, prosedur harus dikuantifisir dan diverifikasi dengan metode “scientific”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan kata lain, positivisme mensaratkan &lt;b&gt;pemisahan fakta dan values dalam rangka menuju pada pemahaman obyektif atas realitas &lt;/b&gt;sosial.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Paradigma Kritis/Radikal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Pendidikan bagi mereka merupakan arena perjuangan politik. Jika bagi konservatif pendidikan bertujuan untuk menjaga status quo, sementara bagi kaum liberal untuk perubahan moderat, maka paradigma kritis menghendaki perubahan struktur secara fundamental dalam politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan b&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;erada.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi mereka kelas dan diskriminasi gender dalam mayarakat tercermin pula dalam dunia pendidikan. Paham ini bertentangan dengan pandangan kaum liberal dimana pendidikan dianggap terelpas dari persoalan kelas dan gender yang ada dalam masyarakat. Dalam perspektif kritis, urusan pendidikan adalah melakukan refleksi kritis, terhadap &lt;i&gt;‘the dominant ideology’&lt;/i&gt; kearah transformasi sosial. Tugas utaama pendidikan adalah menciptakan ruang agar sikap kritis terhadap sistim dan sruktur ketidak adilan, serta melakukan dekonstruksi dan advokasi menuju sistim sosial yang lebih adil. Pendidikan tidak mungkin dan tidak bisa bersikap netral, bersikap obyektif maupun berjarak dengan masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(detachment) seperti anjuran positivisme. Visi pendidikan adalah melakukan kritik terhadap sistim dominan sebagai pemihakan terhadap rakyat kecil dan yang tertindas untuk mencipta sistim sosial baru dan lebih adil. Dalam perspektif kritis, pendidikan harus mampu menciptakan ruang untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis untuk transformasi soaial. Dengan kata lain tugas utama pendidikan adalah ‘memanusiakan’ kembali manusia yang mengalami dehumanisasi karena sistim dan struktur yang tidak adil&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Wingdings;font-size:8;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;q&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Implikasi paradigma pendidikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Freire (1970) membagi ideologi pendidikan dalam tiga kerangka yang didasarkan pada kesadaran idologi masyarakat. Tema pokok gagasan Freire pada dasarnya mengacu pada pada suatu landasan bahwa pendidikan adalah ‘proses memanusiakan manusia kembali”. Gagasan ini berangkat dari suatu analisis bahwa sistim kehidupan sosial, politik, ekonom, dan budaya, membuat masyarakat mengalami proses ‘demumanisasi’. Pendidikan, sebagai bagian dari sistim masyarakat justru menjadi pelanggeng proses dehumanisasi tersebut. Secara lebih rinci Freire menjelaskan proses dehumanisasi tersebut dengan menganalisis &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;entang kesadaran atau pandangan hidup masyarakat terhadap diri mereka sendiri. Freire menggolongan kesadaran manusia menjadi: kesadaran magis &lt;i&gt;(magical consciousness)&lt;/i&gt;, kesadaran naif &lt;i&gt;(naival consciousness)&lt;/i&gt; dan kesadaran kritis &lt;i&gt;(critical consciousness)&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Pertama kesadaran magis,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; yakni suatu kesadaran masyarakat yang tidak mampu mengetahui kaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya. Misalnya saja masyarakat miskin yang tidak mampu melihat kaitan kemiskinan mereka dengan sistim politik dan kebudayaan. Kesadaran magis lebih melihat faktor diluar manusia (natural maupun supra natural) sebagai penyebab dan ketakberdayaan. Dalam dunia pendidikan, jika proses belajar mengajar tidak mampu melakukan analisis terhadap suatu masalah maka proses belajar mengajar tersebut dalam prepektif Freirean di sebut sebagai pendidikan fatalistik. Proses pendidikan model ini tidak memberikan kemampuan analisis, kaitan antara sistim dan struktur terhadap satu permalahan masyarakat. Murid secara dogmatik menerima ‘kebenaran’ dari guru, tanpa ada mekanisme untuk memahami ‘makna’ ideologi dari setiap konsepsi atas kehidupan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; kesadaran naif.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; Keadaan yang di katagorikan dalam kesadaran ini adalah lebih melihat ‘aspek manusia’ menjadi akar penyebab masalah masarakat. Dalam kesadaran ini ‘masalah etika, kreativitas, ‘need for achevement’ dianggap sebagai penentu perubahan sosial. Jadi dalam menganalisis mengapa suatu masyarakat miskin, bagi mereka disebabkan karena ‘salah’ masyarakat sendiri, yakni mereka malas, tidak memiliki kewiraswataan, atau tidak memiliki budaya ‘membangunan’ dan seterusnya. Oleh karena itu ‘man power development’ adalah sesuatu yang diharapkan akan menjadi pemicu perubahan. Pendidikan dalam kontek ini juga tidak mempertanyakan systim dan struktur, bahkan systim dan struktur yang ada adalah sudah baik dan benar, merupakan faktor ‘given’ dan oleh sebab itu tidak perlu dipertanyakan. Tugas pendidikan adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar murid bisa masuk beradaptasi dengan sistim yang sudah benar tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ketiga &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;kesadaran Kritis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;. Kesadaran ini lebih melihat aspek sistim dan struktur sebagai sumber masalah. Pendekatan struktural menghindari ‘blaming the victims” dan lebih menganalisis untuk secara kritis menyadari struktur dan sistim sosial, politik, ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaaan masyarakat. Paradigma kritis dalam pendidikan, melatih murid untuk mampu mengidentifikasi ‘ketidak adilan’ dalam sistim dan struktur yang ada, kemudian mampu melakukan analisis bagaimana sistim dan struktur itu bekerja, serta bagaimana mentransformasikannya. Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang dan kesematan agar peserta pendidikan terlibat dalam suatu proses penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Wingdings;font-size:8;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;q&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Implikasi paradigma pendidikan pada pedekatan pendidikan: Pedagogy v.s. Andragogy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Pedagogi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;menempatkan obyek pendidikannya sebagai ‘anak anak’, meskipun usia biologis mereka sudah termasuk ‘dewasa’. Konsekewensi logis dari pendekatan ini adalah menempatkan peserta didik sebagai “murid” yang pasif. Murid sepenuhnya menjadi obyek sutu proses belajar seperti misalnya: guru mengguri, murid digurui, guru memilihkan apa yang harus dipelajari, murid tunduk pada pilihan terseut, guru mengevaluasi, murid dievaluasi dan seterusnya. Kegiatan belajar mengajar model ini menempatkan guru sebagai inti terpenting sementara murid menjadi bagian pinggiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sebaliknya, andragogy atau pendekatan pendidikan ‘orang dewasa’&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; menempatkan peserta belajar sebagai orang dewasa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;‘murid’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; subyek dari sistim pendidikan. Murid sebagai orang dewasa diasumsikan memiliki kemampuan aktif untuk merencanakan arah, memilih bahan dan materi yang dianggap bermanfaat, memikirkan cara terbaik untuk belajar, menganalisis dan menyimpulkan serta mampu mengambil manfaat pendidikan. Fungsi guru adalah sebagai “fasilitator”, dan bukan mengguri. Oleh karena itu relasi antara guru-murid bersifat ‘multicommunication’ dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kesadaran Kritis-Transformatif Dalam Aktualisasi Gerakan Pelajar/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;IRM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Cita-cita besar IRM adalah terbentuknya remaja muslim yang berakhlak mulia dan berintelektual, sehingga terwujud masyarakat utama adil makmur yang diridai Allah swt. Suatu cita-cita yang teramat mulia bagi sebuah "organisasi remaja" dan tentu membutuhkan strategi-strategi yang dinamis untuk mencapainya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;iga agenda IRM dalam kaitannya dengan upaya mengukuhkan tradisi “kritis-transformatif” tersebut :&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;1. Transendensi (&lt;i style=""&gt;Tu’minuna Billah&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kata kerja transcend, yang darinya kata transendental diambil, berasal dari bahasa latin transcendere yang artinya memanjat di/ke atas. Dari lima arti dalam Webster’s New International Dictionary yang dekat dengan keperluan kita ialah transendental dengan makna “abstrak, metafisis” dan “melampaui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transendensi seperti dalam tradisi Nabi Ibrahim merupakan kunci bagi penyelamatan manusia modern. Teknologi, ilmu dan manajemen memang membawa kemajuan tetapi gagal membawa kebahagiaan. Kekerasan adalah akibat kemajuan teknologi perang, kekuasaan pasar adalah buah dari penguasaan ilmu, kesenjangan adalah hasil ketimpangan manajemen. Semuanya tanpa iman. Transendental dalam arti spiritual akan membantu kemanusiaan menyelesaikan masalah-masalah modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah pentingnya kesadaran nilai-nilai ilahiah (ma’ruf, munkar dan iman). Nilai-nilai inilah yang menjadi tumpuan aktivisme IRM. Rujukan normatifnya bisa ditemukan dalam surat Al-Baqarah (2) : 110 &lt;i style=""&gt;“Kuntum khaira ummah ukhrijat linnasi ta’muruna bil ma’ruf wa tanhauna’anil mungkar wa tu’minuna billahi.”&lt;/i&gt; (kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyeruh kepada ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah). Ada empat hal yang tersirat dalam makna ayat tersebut, yaitu (1) konsepsi tentang umat terbaik, (2) aktivisme sejarah, (3) pentingnya kesadaran dan (4) etika profetik. Dalam pandangan Kuntowijoyo agar ummat Islam menjadi ummat terbaik ada tiga hal yang harus dilakukan : &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, ta’muruna bilma’ruf,&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt; Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, tanhauna anil mungkar, dan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, tu’minuna billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan transendensi adalah menambahkan dimensi transendental dalam kebudayaan. Kita sudah banyak menyerah kepada arus hedonisme, materialisme dan budaya yang dekadan. Kita percaya bahwa sesuatu harus dilakukan, yaitu membersihkan diri dengan mengingatkan dimensi transendental yang menjadi bagian sah dari fitrah kemanusiaan. Kita ingin merasakan kembali dunia ini sebagai rahmat Tuhan. Kita ingin hidup kembali dalam suasana yang lepas dari ruang dan waktu, ketika kita bersentuhan dengan kebesaran Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;2. Humanisasi &lt;i style=""&gt;(Ta’muruna Bil Ma’ruf)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika diturungkan dalam konteks zamannya, Islam pada dasarnya merupakan gerakan spiritual, moral, budaya, politik serta sistem ekonomi alternatif. Tentu saja ‘alternatif ‘ dalam sistem dan budaya Arab klasik yang waktu itu tengah mengalami pembusukan dan proses dehumanisasi. Islam (di)lahir(kan) sebagai agama rakyat (suatu komunitas yang sering tertindas-mustad’afin), bukan agama penguasa. Ia harus bergerak dan digerakkan demi, oleh dan untuk rakyat mayoritas. Ia menjadi agama humanis yang menentang agama struktur otoritarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam modern saat ini dehumanisasi terjadi dalam multi bentuk. Penyebabnya antara lain karena dipakainya teknologi (baik berupa alat-alat fisik maupun metode) dalam masyarakat. Jacques Ellul (1964) dalam Kuntowijoyo (2004) menulis sebuah buku The Technological Society untuk menjelaskan betapa jauh teknologi itu dalam kehidupan. Teknologi kemudian menjadi dewa dan pusat sesuatu. Perilaku-perilaku kekerasan yang bernuansa etnik dan agama serta kriminalitas menjadi potret proses dehumanisasi bangsa saat ini. Tidak heran kemudian kemunculan postmodernisme sebagai perlawanan atas modernisme yang menampilkan diri dengan model yang kebeblasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian Al-Qur’an mengatakan bahwa pada awalnya manusia itu hanif (sebaik-baik mungkin). Akan tetapi karena proses sejarah lalu kemudian manusia mengalami apa yang disebut dengan “&lt;i style=""&gt;tsumma radadnaa hu asfala safilin&lt;/i&gt;” (kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya). Dalam ayat tersebut dikecualikan ; (1) &lt;i style=""&gt;“illalillazina aamanu” &lt;/i&gt;(orang-orang yang beriman), (2) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:13;"  lang="EN-US" &gt;“wa amilussalihati”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; (mengerjakan amal shaleh). Aktifitas kemanusiaan yang tidak etik itulah yang menyebabkan manusia terjungkal kedalam lembah kehinaan (dehumanisasi) sehingga kehilangan kemanusiaannya. Untuk itu usaha mengangkat kembali martabat kemanusiaan manusia (emansipasi) atau humanizing sangat diperlukan. Tujuannya adalah memenusiakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini apresiasi yang harus IRM berikan kepada realitas masanya adalah bagaimana IRM kemudian menciptakan kebudayaan dengan membangun kultur kebajikan, keindahan hati, interaksi sosial yang menjamin rasa aman, kemanusiaan (humanis) dan perdamaian (peace) sebagai maenstrem utamanya. Ayat-ayat pendidikan (QS. Al-Alaq (96) : 1-5 ), kesehatan (QS As-Syuara (26) : 80) dan perlakuan terhadap anak yatim piatu (QS. Al-Ma;un (107) : 1-7) merupakan ayat-ayat kemanusiaan yang menjadi kajian kritis generasi awal Muhammadiyah. Dalam tanfidz Muktamar XIII di Yogyakarta mengenai Khittah Perjuangan IRM dengan jelas disebutkan bagaimana bahwa prinsip pemanusiaan itu memiliki dua akar potensi yang terdapat dalam diri manusia. Pertama, kebudayaan dan kedua, peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna kebudayaan adalah kemampuan diri yang dicapai dengan pertumbuhan, sedangkan makna peradaban adalah kekuasaan atas alam dengan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, kota dan negara. Sebab peradaban merupakan kelanjutan atas kemajuan teknis, yaitu kelanjutan dari unsur-unsur alam yang menunjukkan kekuatan potensial yang sebenarnya sudah ada pada leluhur kita dimasa lampau. Peradaban memberi pendidikan sedangkan kebudayaan memberi pencerahan. Yang satu dituntut melalui proses belajar dan yang satu dituntut melalui proses perenungan, refleksi, kontemplasi dan meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sebagai bagian dari Muhammadiyah, maka yang harus dilakukan IRM adalah kultur saling menyantuni, ‘saling menyayangi’ dan memiliki sense of social yang tinggi. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila lahir pemikiran, pandangan dan pemaknaan yang mendalam terhadap teks Al-Qur’an berkenaan dengan cita-cita sosial Islam. Disinilah IRM diharapkan menggeser paradigmanya mengenai kesalehan dari kesalehan individual kepada kesalehan sosial. Dari struktural ke kultural. Dari mitos kelogos dan dari simbol kesubstansi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;3. Liberasi &lt;i style=""&gt;(Tanhauna Anil Mungkar)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ajaran mengenai tanhauna anil mungkar adalah merupakan focus teologicus Islam. Dan inilah yang oleh Ali Syari’ati disebut dapat membedakan antara nabi Islam dengan nabi diluar Islam. Hassan Hanafi (2001) menggambarkan bahwa jika Ibrahim merupakan cermin revolusi akal menundukkan tradisi-tradisi buta, revolusi tauhid melawan berhala-berhala; Nabi Musa merefleksikan revolusi pembebasan melawan otoritarianisme dan Nabi Isa adalah contoh revolusi ruh atas dominasi materialisme; maka Nabi Muhammad Saw merupakan tauladan kaum papa, hamba sahaya dan komunitas tertindas berhadapan dengan konglomerat, elit Quraisy dan gembong-gembongnya dalam perjuangan menegakkan masyarakat yang bebas, penuh kasih sayang, persaudaraan dan egaliter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran fundamental Islam sebagai kerangka epistemologi pemihakan Islam terhadap kaum lemah adalah tauhid. Dalam islam konsep tauhid merupakan konsep sentral yang berisi ajaran bahwa Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu, dan bahwa manusia harus mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya. Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan kehidupan tak lain kecuali menyembah kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Oleh karena itu ide tauhid ini sejak awal telah menjadi dasar fundamental dalam menciptakan tata sosial yang etis (berlandaskan moral), egalitarian dan berkeadilan, khususnya dalam mengeliminir praktek keagamaan politheisme (penyembahan berhala), eksploitasi kaum miskin, permainan kotor dalam perdagangan serta ketidakadaan tanggungjawab sosial. Dengan demikian, seperti dikemukakan Asghor Engineer, doktrin tauhid tidak hanya mempunyai konsekuensi religius, tetapi juga mempunyai implikasi sosio-ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Ali Syariati menyebutkan bahwa tauhid dalam Islam merupakan suatu pandangan dunia, yang hidup dan penuh makna, menentang keserakahan dan bertujuan memberantas penyakit yang muncul dari penumpukan uang dan penyembahan harta. Ia menghapus stigma eksploitasi, konsumerisme, dan aristokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengertian ini tauhid, faham tauhid selalu terkait dengan prinsip kemanusiaan, rasa keadilan sosial dan ekonomi yang harus diwujudkan dalam kehidupan kongkrit bermasyarakat. Dalam bahasa filsafat parennial, bahwa komitmen imani sebagai respon terhadap sapaan kasih Tuhan yang berpusat dari pemahaman dan keyakinan Ketuhanan Yang Esa (Tauhid), harus selalu melangkah dan bergerak pada tahapan praksis untuk melayani manusia sebagai sesama hamba Tuhan. Dengan ungkapan lain, tauhid atau perjalanan iman yang bermula dari pengetahuan dan keyakinan terhadap Tuhan selalu dan harus bergerak kemuara kehidupan kongkrit berupa amal kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian tauhid adalah paham tertentu tentang hakikat dan martabat manusia. Bertauhid (mengimani ke-Maha Esa-an Tuhan) adalah jalan hidup yang dapat mempertahankan ketinggian martabat manusia karena semangat tauhid itu dengan sendirinya atau seharusnya membawa implikasi pada ; &lt;b style=""&gt;Pertama&lt;/b&gt;, pencerahan. IRM sebagai organisasi atau pergerakan diarahkan dan dibentuk dalam kerangka tauhid sebagai upaya penyadaran terhadap nilai eksistensi manusia, menjadi pengingat dan pembangkit motivasi insaniah, serta mengasah dan mencerahkan naluri gaib cinta kasih yang tersembunyi pada manusia (QS Al-Alaq : 1-5).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;, pembebasan. Syahadah &lt;i style=""&gt;(Asyadu’allah Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah)&lt;/i&gt; dalam kerangka berfikir muslim merupakan pernyataan yang bermula dengan menafikan lalu dititik puncaknya adalah penisbahan &lt;i style=""&gt;(laa ilaa ha illallah)&lt;/i&gt;. Pemaknaan terhadap syahadah tersebut mewujud dalam gerakan membebaskan manusia lewat Tuhan. Ketika terbakar oleh api ilahi, kita kembali dan memasuki putaran waktu dan mewarnai jalannya sejarah, mengubah suatu dunia baru yang membebaskan (QS At-Taubah: 129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kesemestaan/universality. Sebagai gerakan sosial religius merupakan keniscayaan untuk selalu berada dan bergerak dalam komunitas masyarakatnya. Komunitas masyarakat dalam pandangan dunia tauhid adalah merupakan locus kepedulian, keprihatinan dan pengabdian kepada Tuhan. Dengan demikian kesemestaan bermakna bahwa Ikatan Remaja Muhammadiyah bergerak dalam setting sosial yang unipolar dan menolak dikotomi orientasi pemanusiaan (QS : An-Nisa ; 1)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu anak-anak IRM perlu menumbuhkan sikap beragama yang kritis-transformatif menjadikan landasan tauhid sebagai spirit pergerakan dan menyuarakan perlawanan terhadap segala bentuk tirani dan seabrak ketidakadilan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran sebagai pemaknaan kreatif terhadap fungsi kehadiran manusia sebagai khalifah. Tujuan liberasi &lt;i style=""&gt;(tanhauna anil mungkar)&lt;/i&gt; adalah pembebasan dari kekejaman kemiskinan struktural, eksploitasi, keangkuhan teknologi, pemerasan kelimpahan dan ketidakadilan distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Dari Kesadaran Kritis Menuju Aksi Transformatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Pada dasarnya, dualitas kritis-transformatif tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Suatu perilaku kritis harus diakhiri dengan aksi/tindakan transformatif. Sebaliknya aksi transformatif tidak bisa diwujudkan tanpa melalui pemahaman kritis terhadap realitas. Jelasnya, perilaku kritis merefleksikan bentuk praksi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; dan transformatif menggambarkan bentuk riil aksi yang dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Untuk itu, langkah yang harus ditempuh adalah: &lt;b style=""&gt;pertama,&lt;/b&gt; menentukan prioritas isu/kasus/program. Yakni hasil dari analisis kritis terhadap realitas sosial. Namun tidak berarti proses analisis terhadap realitas sudah selesai. Analisis terus dilakukan, hanya pada tahap ini, saatnya aksi/tindakan perubahan dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;, pilihan pemihakan. Berdasarkan hasil analisis kritis, didapatkan skema pelaku-pelaku (&lt;i&gt;stakeholder&lt;/i&gt;) yang terlibat dan pola relasinya dari suatu kasus dari realitas. Pada tahap ini, ditetapkan posisi pelaku perubahan dan pemihakan terhadap suatu kelompok yang dirugikan (tertindas).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;, Membentuk lingkar inti (&lt;i&gt;allies&lt;/i&gt;): yakni kumpulan orang dan/atau organisasi yang menjadi penggagas, pemrakarsa, penggerak dan pengendali utama sekaligus penentu kebijakan, tema/isu, strategi, dan sasaran dari suatu aksi/tindakan untuk perubahan. Lingkar inti juga disebut sebagai kelompok basis aksi. &lt;b style=""&gt;Keempat&lt;/b&gt;, merancang sasaran dan strategi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;, menggalang sekutu dan pendukung. Lingkar inti hanyalah sebagai penggerak utama suatu aksi transformatif. Namun, sesungguhnya aksi ini dijalankan sejumlah orang yang tergabung kelompok-kelompok aksi. Hematnya, aksi transformatif dilakukan 3 (tiga) kelompok aksi, yaitu: kelompok basis (lingkar inti), kelompok pendukung, dan kelompok sekutu (sebagai garis-depan).&lt;b style=""&gt;Keenam&lt;/b&gt;, membentuk pendapat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;umum: yakni suatu bentuk kampanye dan propaganda tentang suatu isu/aksi kepada khalayak ramai. Harapannya isu dan aksi tersebut diketahui dan mendapatkan dukungan dari masyarakat. Kampanye dan propaganda ini dapat dilakukan di media baik cetak maupun elektronik (bekerja sama dengan media massa), pelatihan, selebaran, demonstrasi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;, pemantauan serta evaluasi program aksi. Tahapan terakhir ini penting untuk dilakukan agar bisa mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan dari program yang telah dilakukan. Dengan memperhatikan sasaran hasil indikator keberhasilan dan pengujiannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;ritis-transformatif adalah aktualnya tata nilai ketuhanan (Rabbaniyah), yang menjiwai terhadap seluruh aktivitas kemanusiaan yang berdasarkan kesadaran bahwa hidup ini berasal dari Tuhan dan akan menuju Tuhan (Q.S. Al-Baqarah (2):156), &lt;i style=""&gt;Inna lillahi wa inna ilahi raaji’un&lt;/i&gt; (sesungguhnya kita berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya), maka Allah adalah asal dan tujuan hidup tempat kembali segala sesuatu/mahluk.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Iqbal dalam Kuntowijoyo (2004) ketika memberikan komentarnya mengenai mi’raj Nabi Muhammad bahwa katanya “seandainya Nabi adalah seorang mistikus atau sufi, tentu Nabi tidak akan kembali lagi kebumi, karena telah merasa tentram bertemu dengan Tuhan dan berada disisi-Nya”. Tetapi lanjut Iqbal “Nabi kembali kebumi untuk menggerakkan perubahan sosial, untuk mengubah jalannya sejarah”. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;IRM &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;sebagai organisasi pelajar dan remaja seharusnya menjadi agen pe&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;rubahan social&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; (agent of change) dan menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt; pengawal perubahan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. .......&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; (Surat Ar Ra’d ayat 11)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6895565967672637627-2342496591864451695?l=petunjukyangbaik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/feeds/2342496591864451695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6895565967672637627&amp;postID=2342496591864451695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default/2342496591864451695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6895565967672637627/posts/default/2342496591864451695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petunjukyangbaik.blogspot.com/2008/03/kesadaran-kritis-transformatif-dalam.html' title='KESADARAN KRITIS-TRANSFORMATIF DALAM AKTUALISASI GERAKAN PELAJAR'/><author><name>ahsanal huda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07307610314291941572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QqDeRm7HLxQ/R-sQnHdVHBI/AAAAAAAAAAM/8HL-sq_SMO0/S220/uda+sayang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
